Langsung ke konten utama

Pembangunan Ekonomi Keuangan

Pembangunan yang adil & makmur bagi seluruh rakyat indonesia.
Sebuah tinjauan kesenjangan pembangunan.


kesenjangan (Gini rasio) antara penduduk miskin dan kaya diIndonesia
Masuk kategori yang mengkuatirkan catatan terakhir dalam release rasio gini oleh pemerintah berkisar 49,3%  perbandingan antara pemerataan kue pembangunan dan alokasi penguasaan alat-alat produksi,dari data ini menjelaskan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin dan menjadi obyek konsumtif tanpa memiliki ruang produktif,alokasi APBN sudah saatnya pembangunan dilaksanakan diluar jawa agar terjadi percepatan pemerataan pembangunan dan terbuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya,tugas berat pemerintah saat ini yaitu menyediakan seperti yang dijelaskan diatas,akses kebutuhan pokok,BBM,pendidikan,kesehatan,upah buruh yang memadai,standar hidup layak bagi masyarakat,kelistrikan menjadi hal yang sangat penting dipenuhi guna terciptanya pemerataan kue ekonomi dan pemanfaatannya.
Artinya dari data yang disajikan ini hanya beberapa saja penduduk indonesia yang menggerakkan roda perekonomian (konflomerasi) dan menikmati kue pembangunan di Indonesia.
Sedangkan mayoritas penduduk indonesia hidup masuk kategori kelas menengah kebawah bahkan dibawah garis kemiskinan.
Poin yang menjadi kesimpulan bahwa perlu upaya kuat dan keinginan yang baik dari pengambil kebijakan untuk mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat,memberi kemudahan akses lapangan pekerjaan,menciptakan peluang2 usaha baru dalak upaya mengentaskan kemiskinan.
Menyerap tenaga kerja sebanyak2nya dengan jalan membuat peluang usaha2 syarat daya serap tenaga kerja (padat karya).
Dan yang perlu digaris bawahi bukan hanya percepatan pembangunan infrastruktur namun manusianya dilihat juga sesuai amanat undang-undang dasar 1945.
Jika tidak segera dilaksanakan akan timbul chaos atau biaya sosial yang cukup tinggi seperti:tingginya tingkat kriminalitas,terorisme,kurang gizi bagi anak2 usia dini,putuw sekolah,narkoba bahkan akan tinggi tingkat bunuh diri akibat stress dengan keadaan kemiskinan dll.
Indonesia di peringkat ke-4 sbg negara dgn kesenjangan tertinggi di dunia, 1% org terkaya kuasai 49,3% kue ekonomi. https://t.co/IMOacxmxqJ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH CT CORP

Buka menu utama Sunting Pantau halaman ini Baca dalam bahasa lain CT Corp CT Corp PT Chairul Tanjung Corpora Jenis Kelompok Usaha Didirikan 1987 Pendiri Chairul Tanjung Kantor pusat Jakarta ,  Indonesia Tokoh penting Chairul Tanjung Produk Finansial ,  media ,  sumber daya alam ,  yayasan Situs web www .ctcorpora .com CT Corp  (sebelumnya bernama  Para Group ) merupakan kelompok perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat  Chairul Tanjung  yang didirikan sejak tahun  1987 [1] . Penggunaan "CT" pada beberapa nama perusahaannya merupakan singkatan inisial namanya. Sejarah Awalnya kelompok ini mendirikan usaha ekspor sepatu anak-anak dengan bermodalkan sebesar Rp 150 juta, yang diperolehnya dari  Bank Exim . Tahun 1996, CT Corp mengakusisi  Mega Bank  dan mengubah namanya menjadi  Bank Mega . Kemudian kelompok ini mengembangkan bisnisnya lewat kompleks pertokoan  Bandung Supermal...
Kenali 10 Kebiasaan Buruk Membuat Hidup Terlilit Utang Gambar : Utang edited by Ratna Wahyuningsih • Berbagai macam kebiasaan dalam menggunakan uang, seringkali justru berdampak buruk bagi keuangan itu sendiri. Sebagian orang mungkin akan menganggap hal ini kurang tepat, namun pada kenyataannya beragam kebiasaan yang kita miliki tersebut bisa saja membuat kondisi keuangan selalu mengalami kebangkrutan. Hal seperti inilah yang akan membuat Anda berutang. Seringkali tidak menyadari berbagai macam pengeluaran yang Anda lakukan adalah bentuk pemborosan dan hanya menimbulkan sejumlah pengeluaran yang tidak efektif di dalam keuangan. Tindakan seperti ini bisa saja telah terjadi selama kurun waktu yang cukup lama, dan tanpa disadari. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka besar kemungkinan Anda akan terlilit sejumlah utang yang besar. Oleh karena itu, mulailah mengetahui apa saja kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan sehingga Anda cenderung berutang. Waspadai 10 kebiasaan buru...
HAK-HAK TETANGGA ١٤ ۹  -  لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائْعٌ إِلٰى جَنْبِهِ . “Tidaklah mukmin orang yang kenyang sementara tetangganya lapar sampai ke lambungnya.”           Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam  Al-Adab Al-Mufrad  (112), Ath-Thabrani dalam  Al-Kabir  (3/175/1), Al-Hakim (4/167), Ibnu Abi Syaibah dalam  Kitabul Iman  (189/2), Al-Khathib dalam  Tarikh Baghdad  (10/392), Ibnu Asakir (9/36/2), Adh-Dhiyah dalam  Al-Mukhtarah  (62/292/1) dari Abdul Malik bin Abi Basyir dari Abdullah bin Musawwar yang menceritakan: “Aku mendengar Ibnu Abbas menyebutkan Ibnu Az-Zubair, lalu dia menganggapnya bakhil. Kemudian Ibnu Abbas berkata: “Aku dengar Rasulullah  r …” ( lalu  dia menyebutkan hadits itu).           Saya berpendapat:  Para  perawinya t...